Showing posts with label Miracle Notes. Show all posts
Showing posts with label Miracle Notes. Show all posts
Horang Kayah

Hari ini saya bersyukur dan berbahagia sekali karena untuk ke sekian kalinya saya berhasil membuktikan konsep "Law of Detachment". Yup, saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang lomba menulis untuk mendapatkan ebook gratis "Mukjizat Zakat" yang diselenggarakan di web Sukses Total milik Mbak Sri Astuti, salah seorang mentor saya dalam pembelajaran kehidupan :)

Sebenarnya saya sudah mengincar ebook Mukjizat Zakat ini sejak pertama kali dilaunching. Tapi waktu itu saya belum ada uang lebih untuk membeli ebooknya. Dan suatu hari Mbak Astuti mengumumkan lomba berhadiah ebook tersebut. Tentu saja saya merasa mendapat angin segar, saya pun langsung ikut serta dalam lomba menulis yang harus memilih antara dua topik yaitu, "Kalau bisa gratis kenapa harus bayar?" atau "Kalau bisa bayar kenapa harus gratis?". Dan waktu itu saya memilih topik "Kalau bisa bayar kenapa harus gratis?" Tulisan saya tersebut dapat dilihat di sini.

Tapi pada saat membuat tulisan tersebut, saya membuat penegasan terlebih dahulu pada diri sendiri, dengan menyatakan, "Kalau menang syukur, kalau tidak...berarti saya layak untuk membayar, atau akan mendapatkan yang lebih baik!".

Hari-hari berlalu, saya sempat lupa kalau saya pernah ikut lomba itu. Tapi seminggu yang lalu tiba-tiba saya ingat, dan mengecek web suksestotal.com untuk melihat barangkali pemenang sudah diumumkan. Tapi...tak ada pengumuman apapun. Saya pikir, "Ya sudahlah, berarti saya layak untuk membayar, atau akan dapat yang lebih baik"...lalu saya pun kembali melupakannya.

Tapi dua hari yang lalu, saya mendapat email dari Mbak Astuti yang memberitahukan bahwa saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang. Alhamdulillah... :D

Ngomong-ngomong tentang gratis, di dunia ini memang tidak ada yang gratis. Semuanya bayar, walaupun definisi bayar tersebut tidak selalu identik dengan uang, karena bisa juga berupa "Ikhtiar". Bahkan ketika kita mendapatkan keajaiban berupa pertolongan Tuhan di tengah kesulitan, itu pun karena kita membayarnya dengan ibadah-ibadah kita, karena kita rajin menabung amal baik di Bank Semesta-Nya, sehingga hadiah pun kita terima sebagai penghargaan untuk nasabah yang baik dan hamba yang bertakwa.

Kalaupun ada yang tampaknya gratis di muka, misalnya seseorang yang tiba-tiba dapat rejeki nomplok walaupun kelakuannya ancur abis dan tak pernah beribadah, sebenarnya dia tetap harus membayarnya, yaitu dengan taubat, rasa syukur dan menjalankan perintah Tuhan, karena jika dia tidak membayarnya, maka Tuhan pasti akan menagihnya dengan berbagai cara, bahkan bisa berlipat ganda. Jika tidak di dunia, ya di akhirat.

So, mari kita belajar untuk mengeliminasi mental gratisan dan menggantinya dengan mental berkelimpahan, karena hanya dengan memiliki mental berkelimpahan lah kita percaya bahwa kekayaan di alam semesta ini tak akan habis sebab Tuhan Maha Kaya dan Maha Pemurah, Dia selalu membagikan rezeki pada semua umat manusia, baik diminta ataupun tidak.

Wallahualam

Lanjut Gan...
Horang Kayah

Hari ini stok air minum galon di kostan saya habis. Sudah sebulan ini penyedia air minum isi ulang tidak lagi menerima jasa pengantaran galon. Kami harus mengambil sendiri ke tempatnya. Tentu saja cukup merepotkan karena jaraknya lumayan jauh.

Sempat menghela nafas karena merasakan repotnya harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk beli air, apalagi harus digotong sendirian. Saya sempat mencoba reframing dengan pikiran, "Gapapalah, lumayan buat fitness, gedein badan hehehe..."

Tapi setelah dipikir lagi, bisa gempor menggotong galon dengan jarak sejauh itu, akhirnya saya pasrah, dan merencanakan untuk memakai jasa ojek saja untuk mengangkut galon air isi ulang tersebut which is another additional cost disaat isi dompet sudah mulai menipis. Tapi saya segera menyadari kalau saya anggap itu sebagai additional cost, berarti sifat pelit saya belum sembuh, hehehe. Akhirnya saya reframing lagi dengan pikiran bahwa membayar ojek untuk mengangkut galon adalah bukti kemakmuran dan keberlimpahan. Itung-itung berbagi rejeki lah, pikir saya.

Seperti biasa saya selalu pamitan sama ibu Kost kalau mau pergi walaupun hanya untuk sekedar beli makan. Tapi begitu ibu kost tahu saya mau beli air, beliau menawarkan air galon yang dia beli kemarin karena dia beli dua galon. Yess! Alhamdulillah, tanpa perlu susah payah, saya dapat air galon dengan mudah ketika pasrah :)

Di hari yang sama, saya harus mengirimkan sebuah dokumen, dan dokumen ini harus tiba hari senin di tujuan. Setahu saya walaupun hari Sabtu jasa titipan kilat tetap buka. Saya pun pergi ke agen TIKI yang berada dekat kostan saya.

Tetapi...ketika tiba di sana, ternyata gedungnya sudah tidak ada. Di sana sedang ada pembongkaran besar-besaran, sekeliling gedung tempat agen TIKI itu berada kini ditutup oleh pagar seng. Tanpa bertanya ke mana agen TIKI itu pindah, saya langsung pergi menuju agen TIKI lain yang terdekat, karena setahu saya ada tiga agen TIKI di dekat kostan saya.

Tapi...ternyata tempat yang dulu dijadikan agen TIKI itu sekarang sudah berubah menjadi studio foto. Kecewa, saya pun memutuskan menuju agen TIKI terakhir yang saya tahu. Walaupun harus menempuh jalan yang becyek dan ga ada ojyek... :D

JRENGG! Saya pun tiba di tujuan, langsung saja saya masuk dan berkata pada seorang petugas yang sedang berjaga, "Mas, saya mau kirim dokumen!"

Tapi...petugas itu menjawab, "Waduh mas, kebetulan kita tutup nih kalau hari sabtu..."

Yaah...lemaslah saya, sudah cape-cape menempuh jalan yang cukup jauh, mana dokumen harus dikirim hari ini juga, what should I do? Mana kantor pos juga tutup.

Dengan langkah gontai, saya memutuskan untuk mencari jasa titipan kilat selain TIKI. Seingat saya ada satu jasa titipan kilat yang tidak bermerek, maksudnya tidak terkenal :D Tapi tempatnya cukup jauuuuuh sodara-sodara. Tapi daripada tidak, ya sudahlah....tapi kan...ah sudahlah... :D

Tapi berhubung perut sudah lapar, saya memutuskan untuk beli makan terlebih dahulu, saya pun menuju sebuah warteg yang sudah familiar. Saya memutuskan beli dibungkus saja untuk dimakan di kostan. Selesai membayar, saya pun menyiapkan langkah untuk perjalanan yang agak jauh, tetapi begitu saya berbelok ke kanan...

JREEENGG!!

Di jarak sekitar 5 meter di depan ada sebuah kios wartel yang di depannya terpampang sebuah papan besar bertuliskan "TIKI"!

Melihat itu di kepala saya pun langsung berdendang lirik sebuah lagu, "Tiki-tiki bum bum! Tiki-tiki bum bum!":D

Sempat terpana, tapi dengan gembira saya melangkah cepat menuju ke sana. Saya tidak pernah menyangka di sana ada agen TIKI walaupun saya sering lewat tempat itu. Dan alhamdulillah, agen TIKI itu buka hari sabtu, dokumen pun terkirim dengan lancar. Alhamdulillah pertolongan datang disaat pasrah... :)

Pelajaran yang saya dapat:
Seringkali kita ngotot menginginkan sesuatu tapi tak kunjung mendapatkan hasilnya walaupun sudah berusaha keras sampai berdarah-darah. Tetapi ketika kita pasrah dan melepaskan keterikatan kita pada tujuan tersebut, tiba-tiba saja hal yang kita inginkan seolah muncul di depan mata. It's amazing, it's hard to believe, but it's true!

Terkadang kita ngotot menginginkan seseorang menjadi pasangan hidup kita, tetapi pria/wanita idaman itu tak kunjung membalas cinta kita. Tetapi begitu kita melepaskan keinginan untuk memiliknya, ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu pria/wanita idaman itu tiba-tiba berbalik mengejar kita, atau kita mendapatkan gantinya yang lebih baik.

Terkadang kita ngotot mencari uang, kerja keras siang malam, tapi hasilnya begitu-begitu saja, bahkan mengorbankan kesehatan. Tapi begitu pasrah dan tidak terikat pada hasilnya, uang seolah menghampiri dengan sendirinya, dengan mudah, tanpa susah payah.

Pasrah memang berarti menyerah. Tapi bukan menyerah pada nasib, melainkan menyerah pada Tuhan, mengakui ketidakberdayaan kita, mengakui bahwa kita tak bisa apa-apa tanpa-Nya. Dan tentu saja selain pasrah, usaha mah teuteup harus jalan :)

*Saya tidak sedang ngiklan TIKI dan tidak ada ikatan kontrak dengan TIKI, cerita ini pun tidak disponsori TIKI, tapi murni untuk berbagi :)

Lanjut Gan...
Horang Kayah

Bulan ini adalah saat-saat kritis bagi saya, karena ada sejumlah hutang yang jumlahnya sangat besar yang harus dibayar. Karena waktu sudah mepet, saya coba pinjam pada teman-teman yang saya perkirakan punya, tapi...seperti biasa saya harus kecewa karena tak ada yang bisa meminjamkan, apalagi jumlahnya cukup besar. Tak bisa dihindari kegelisahan pun melanda. Tapi saya berusaha tetap yakin akan ada jalan. Selama itu pula saya hanya berusaha ikhlas menerima perasaan cemas dan khawatir, pokoknya saya gunakan segala cara mulai dari sholat tahajud, sholat dhuha, sholat hajat, menulis afirmasi, menggunakan LOA, dll. Sehingga sehari-harinya ketika kecemasan itu datang saya hanya bisa pasrah menerima perasaan tersebut datang dan membiarkannya menguap dengan sendirinya.

Dalam tulisan di wall FB, Mbak Irma Rahayu, seorang sahabat dan mentor saya dari Emotional Healing Group Therapy dengan gaya nylenehnya Photobucket mengatakan, "Tenang aja, bentar lagi rezekinya datang tuuuh..."

Membaca tulisan dia, saya hanya tersenyum, "Terima kasih atas dorongan semangat dan sugestinya", kata saya dalam hati.

Waktu terus berlalu semakin mendekati akhir bulan, dan saya hanya memegang keyakinan bahwa Tuhan pasti tak akan membiarkan saya sengsara. Kemudian di suatu pagi, dalam sujud akhir sholat Dhuha, saya ungkapkan keinginan saya pada-Nya, dengan meminta, "Ya Alloh, aku butuh 10 juta dulu untuk bulan ini, bukakanlah jalan untuk itu..."

Di kemudian hari barulah saya tahu bahwa disaat yang sama, ibu saya juga dalam sholatnya memanjatkan doa memohon pada-Nya agar saya diberikan rezeki, karena ibu saya sangat sedih ketika mendengar saya sudah tak punya ongkos lagi karena kehabisan uang padahal gajian masih jauh.

Hari kamis tanggal 27 September, karena gaji sudah masuk, saya pun pulang Ke Bandung untuk berlibur selama seminggu. Ketika menunggu mobil travel disiapkan untuk keberangkatan pukul 12 siang, mendadak ibu saya menelepon, dan dengan nada yang berbunga-bunga ibu mengatakan bahwa ada telepon dari Telkomsel yang memberitahukan bahwa saya menang undian Rp.10 Juta.

Mendengar itu saya langsung sinis, saya bilang pada ibu untuk tidak percaya begitu saja, soalnya hari gini banyak penipuan. Tapi ibu saya menyuruh saya mendengarkan percakapan telepon antara adik saya dengan orang yang mengaku dari Telkomsel tersebut yang saat itu masih berlangsung. Sayup-sayup di latar belakang saya mendengar percakapan adik saya dengan orang yang mengaku dari Telkomsel tersebut. Lalu setelah selesai bicara, adik saya pun menginformasikan pada saya bahwa orang Telkomsel tersebut meminta saya datang langsung ke Grapari Telkomsel Bandung untuk konfirmasi. Jantung saya berdebar kencang, penasaran "Apa iya ini betulan?" Lalu saya pun meminta adik saya untuk menjemput di Bandung, agar bisa antar saya langsung ke Grapari Telkomsel.

Pukul 14.17 saya pun tiba di Bandung, adik saya sudah menunggu, lalu kami berangkat ke Grapari Telkomsel Jalan Banda. Setiba di sana, kami pun mencari orang yang menelepon tadi, dan ternyata...orangnya benar-benar ada. Dan yang lebih mengejutkan lagi sampai membuat saya gemetar, ternyata saya benar-benar menang Rp.10 Juta dari undian Telkomsel poin. Allohu Akbar! Pertama kalinya dalam hidup, saya menang undian yang saya tidak pernah menyangkanya. Bahkan saya tidak merasa pernah ikut undian tersebut.

Tiba di rumah, misteri pun terungkap, ternyata pada bulan Juni kemarin, adik saya yang paling bungsu mengikutsertakan saya dalam undian Telkomsel Poin melalui internet, karena kartu Halo yang digunakan untuk akses internet Telkomsel Flash terdaftar atas nama saya. Adapun adik saya ikut undian itu tujuannya karena dia ingin membeli Playstation 3 yang harganya sudah turun jadi 3 jutaan.

Lalu sehabis rembukan sekeluarga untuk membicarakan penggunaan uang hadiah tersebut, adik bungsu saya mengikhlaskan keinginannya untuk membeli PS3, dia ikhlas tidak jadi beli PS3 dan merelakan sebagian besar uang hadiah itu untuk membayar hutang saya.

Alhamdulillah...terima kasih Ya Alloh...aku minta 10 juta Kau benar-benar berikan 10 juta. Terima kasih Kau karuniai aku seorang ibu yang penyayang dan selalu mendoakan anaknya. Terima kasih Kau karuniai aku seorang adik yang sholeh dan pengertian.

Ibu, terima kasih atas doa-doamu yang selalu kau panjatkan setiap waktu...tak akan pernah mampu aku membalas jasa dan pengorbananmu Photobucket

Adikku, terima kasih atas ikhtiar dan keikhlasanmu...Insyaalloh pengorbananmu tidak sia-sia, dan keinginanmu untuk memiliki PS3 akan terwujud Photobucket

I really love my family Photobucket

Lanjut Gan...
Horang Kayah

Suatu kejadian tak terduga mengharuskan saya membayar sejumlah uang yang nilainya hanya 200 ribu rupiah, tapi saya sudah tidak punya uang sebanyak itu, saya hanya punya sedikit sisa uang untuk beberapa hari sebelum gajian tiba. Dan saya hanya diberi waktu sampai jam 6 sore.

Terus terang, disaat urgent seperti itu saya sulit untuk berpikir jernih. Yang terpikirkan hanyalah bagaimana cara mendapatkan uang itu. Saya seperti kehilangan akal, saya membayangkan dapat transferan, mengharapkan uang jatuh dari langit. Lalu saya pun pergi ke ATM untuk mengecek saldo, dan tentu saja...tidak terjadi apa-apa. Di rekening saya hanya ada saldo yang tinggal 10 ribuan lagi.

Kemudian saya coba pinjam pada teman, tapi tidak berhasil karena teman-teman pun sedang krisis di tanggal-tanggal tua seperti ini. Akhirnya terpikirkan untuk menarik cash dari kartu kredit. Tapi...ternyata saldo kredit yang tersedia sudah tidak memungkinkan untuk menarik cash.

Kemudian barulah saya sadar, saya pun berusaha me-release kecemasan sambil dibarengi istighfar. Setelah perasaan mulai nyaman, saya tiba-tiba teringat kalau bulan lalu saya dapat proyek terjemahan yang belum dibayar. Tapi sistim administrasi yang diberlakukan di penerbit tersebut membuat transferan honor hanya bisa dilakukan 2 kali dalam sebulan. Dan itu artinya seharusnya saya sudah dapat honornya bulan ini. Saya pun menelepon penerbit, tapi alangkah shocknya saya ketika mendengar kabar bahwa terjadi kesalahan di bagian keuangan yang menyebabkan honor saya baru bisa dibayar bulan depan. Kesal tentu saja, tapi saya berusaha tetap tenang dan mengikhlaskannya.

Kemudian saya ingat lagi, ada klaim uang kesehatan yang belum di-reimburse. Saya tanya ke admin kantor, tapi kembali saya lemas, karena ternyata reimburse uang kesehatan saya baru akan dibayarkan tanggal 25. Lemas sudah rasanya, bahkan mendekati putus asa. Saya tidak tahu harus kemana lagi cari uang. Pulang ke kostan, saya terduduk lemas di lantai kamar, sampai menitikkan air mata karena merasa tak berdaya. Waktu semakin merayap mendekati maghrib, saya hanya bisa berusaha me-release kesedihan dibarengi dengan istighfar. Dan tak lama kemudian, perasaan saya terasa seperti berada di awang-awang, terasa mengambang, pasrah total...saya hanya bisa berkata dalam hati, "Terjadilah apa yang harus terjadi..."

Beberapa saat kemudian, saya dikejutkan oleh SMS yang masuk. Dengan malas saya meraih HP, "Paling juga yang kirim ucapan selamat puasa," pikir saya, karena dari pagi saya menerima ucapan selamat puasa tanpa henti. Tetapi...alangkah kagetnya saya, karena ternyata itu adalah notifikasi SMS Banking yang menginformasikan adanya transferan sejumlah Rp.190.000 masuk ke rekening saya. Dari jumlahnya saya tahu itu reimburse uang kesehatan yang menurut admin kantor baru akan dibayarkan tanggal 25.

Merasa dapat keajaiban, saya langsung melesat ke ATM, dan karena di rekening saya masih ada saldo 10 ribuan, maka saya bisa genap mendapatkan uang sejumlah 200 ribu rupiah, persis seperti yang saya butuhkan. Saya pun langsung mentransfernya ke pihak yang meminta, sehingga pembayaran bisa dilakukan tepat pada waktunya.

Setiba kembali di kostan, saya sampai sujud syukur sambil berlinang air mata, saking merasa bahagia Tuhan mengabulkan permintaan saya. Mungkin orang bisa bilang itu kebetulan, tapi bagi saya tak ada yang namanya kebetulan, itu adalah sebuah keajaiban besar, sebuah bukti dari kekuatan pasrah, berserah diri...total surrender, karena jika tak ada orang yang bisa menolong, siapa lagi yang bisa selain Tuhan.

Lanjut Gan...
Horang Kayah

Hari ini saya kembali mengalami proyek klasik yaitu kehabisan uang sedangkan gajian masih jauh Photobucket

Mau pinjam, tidak enak sama teman, masa ngutang-ngutang mulu tiap bulan. Akhirnya saya pasrah, pergi ke kantor dalam keadaan lapar. Tapi entah kenapa dengan pedenya saya berkata dalam hati, "Ntar juga ada yang ngasih makan."

Sampai di kantor, waktu sudah hampir maghrib, perut sudah keroncongan, tapi saya tak mau orang lain tahu. Ketika ditanya teman kenapa muka saya pucat, saya cuma jawab kurang tidur.

Kemudian beberapa teman turun untuk makan. Saya jaga di kantor. Mendadak jantung berdebar kencang, rasanya lumayan sakit, mungkin karena dropnya stamina, atau mungkin karena takut tak bisa makan hari ini. Saya tarik nafas panjang beberapa kali, tidak berhasil menenangkan diri. Mata sudah berkunang-kunang.

Disaat itu, rekan kerja saya minta izin turun duluan untuk makan, saya hanya mengangguk, sambil ngacai saking laparnya.

Lalu setelah teman saya turun, saya melakukan sebuah tehnik release emosi yang saya pelajari dari seorang teman saya untuk menghilangkan kegelisahan. Setelah perasaan saya tenang, tiba-tiba teman saya yang sedang makan di luar meng-sms yang isinya, "Mau rendang ga?"

Tentu saja saya jawab "ya", walaupun bingung gimana bayarnya :D

Begitu teman saya tiba di kantor, saya dengan pedenya bertanya, "berapa?" sambil berlagak mengeluarkan dompet yang sebenarnya kosong.

Teman saya mengangkat tangannya, memberi isyarat bahwa makanan itu "gratis". Oh yess... ngacai

Dan malamnya, mendadak ada staf senior yang ngasih kue, pisang, krupuk ceker ayam, dodol buah dll. Photobucket

Kalau dipikir-pikir, selama ini saya lebih sering meng-attract makanan gratis daripada uang. Tapi mungkin Tuhan lebih tahu kalau saya lebih butuh makan daripada uang hehehe.

Alhamdulillah...

I'm a food magnet Photobucket

Lanjut Gan...
Horang Kayah

Pertengahan Desember 2008, saya kembali mengalami masalah klasik sebagai karyawan yang bergaji sepuluh koma, alias tanggal 10 sudah koma. Saya kehabisan uang, sedangkan gajian masih jauh. Hari itu saya belum makan dari pagi. Perut sudah keroncongan, dari pagi cuma minum air. Rasanya maag kambuh lagi. Kepala pusing, berdenyut-denyut, lelah, letih, lesu, lemah, kurang gairah, halah... Photobucket
Tapi saya berusaha tetap tabah sambil memikirkan "Pinjam duit sama siapa ya?".

Entah kenapa saya malah mengambil buku tulis, lalu saya tuliskan afirmasi:
"Rasanya enak ya kalau selalu punya uang untuk apapun yang saya inginkan"

Setelah menulisnya sebanyak 5 kali, sayapun simpan kembali buku itu, lalu bersiap-siap pergi ke kantor, karena hari itu kebetulan kebagian shift sore. Dengan perut keroncongan dan langkah yang lemah karena pusing, saya meninggalkan kostan dan berjalan menuju kantor. Di perjalanan saya mengulang-ulang afirmasi saya:
"Rasanya enak ya kalau selalu punya uang untuk apapun yang saya inginkan"

Kemudian setiba di kantor, saya duduk di samping teman satu divisi. Perut yang lapar mendesak saya agar mencoba meminjam uang padanya. Tapi selain malu karena sudah terlalu sering ngutang, entah kenapa ada bisikan hati yang menyuruh saya menahan diri. Akhirnya saya berkata pada diri sendiri, "Kalau sampai nanti malam tidak ada keajaiban, saya akan pinjam uang 10 ribu sama teman saya, kebangetan aja kalau segitu doang ga dikasih mah, sungguh THER...LHA...LHU..."

Baru saja berpikir begitu, mendadak saya dapat sms dari teman satu divisi yang lainnya. Dia minta saya masuk besok pagi menggantikannya karena dia ada keperluan penting. Dan yang mengagetkan, statusnya bukan tukaran shift, seperti yang biasa kami lakukan selama ini. Dia menawarkan uang! Yes my man, duit!

Tentu saja saya mau, karena lagi butuh bangets. Dalam sms keduanya, dia menanyakan saya mau minta berapa. Saya jadi bingung, karena seumur-umur belum pernah disuruh gantiin orang dan dibayar. Yang terpikirkan oleh saya saat itu hanyalah "makan, makan, makan... lapar...lapar...lapar..."
Dan saat itu terbersit untuk minta hanya 50 ribu saja, yang penting bisa buat makan beberapa hari.

Tapi tak terduga teman saya kirim sms lagi yang bunyinya "200 ribu deal?"
Wuih, saya ga menduga sebesar itu ngacai
Langsung saja saya balas, "Okeh!"

Lalu teman saya membalas lagi, "Karena lu ga nego, gw tambahin 50 ribu."

Oh yess beibeh...ngacai

Alhamdulillah...terima kasih Ya Alloh, kau berikan keajaiban disaat aku sangat membutuhkannya Photobucket

Lanjut Gan...
Horang Kayah

Akhir tahun 2008 saya membaca ulang buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Lalu tergerak hati untuk ikut pelatihan Mind Focus yang diadakan oleh Katahati Institute, padahal secara finansial, kondisi saya sedang tidak memungkinkan untuk membayar biaya pelatihan karena hutang yang harus dibayar sedang besar-besarnya Photobucket

Tapi ketika menyusun proposal hidup tahun 2009 yang saya tuangkan dalam sebuah buku khusus, ikut pelatihan Mind Focus masuk ke dalam daftar training pengembangan diri yang ingin saya ikuti, dan saya tempatkan sebagai top priority. Setelah menyusun proposal hidup tersebut, saya tidak pernah membuka dan membacanya lagi.

Akhir bulan Januari 2009, setelah melakukan pembayaran berbagai tagihan melalui Internet banking, saya mengcek saldo yang tersisa. Dan alangkah kagetnya saya karena saldo yang seharusnya tinggal 300 ribuan lagi ternyata malah bertambah jadi 3 jutaan Photobucket

Duit dari mana ini? Pikir saya. Begitu dicek asalnya, ternyata dari sebuah penerbit tempat saya bekerja freelance sebagai penerjemah. Kontan saya kebingungan karena saya sudah tidak punya kontrak terjemahan baru dengan penerbit ini, lalu kenapa mereka transfer sama saya? Saya pun langsung menghubungi redaksi untuk memastikan bahwa ini bukan salah transfer, karena saya tidak mau makan uang yang bukan hak saya. Tapi menurut redaksi, ini adalah honor terjemahan yang belum dibayar.

Alhamdulillah...saya ga nyadar kalau ada honor terjemahan yang belum dibayar. Maka jadilah saya ikut pelatihan Mind Focus awal bulan Februari 2009. Dengan demikian, satu proposal saya untuk tahun 2009 telah dikabulkan. Terima kasih Ya Alloh...

Betapa senangnya bisa ikut pelatihan yang untuk ukuran saya termasuk mahal, karena biayanya seharga biaya makan tiga bulan hehehe.

Lanjut Gan...